Kapan harus datang ke dokter atau klinik fertilitas? Mereka yang sudah berupaya untuk mendapatkan keturunan secara alami tapi tidak kunjung ada hasilnya, lebih baik cek ke dokter fertilitas. Pendekatan medis profesional dibutuhkan untuk mengatasi hambatan terjadinya kehamilan. Kapan Seharusnya Datang ke Klinik Fertilitas? Klinik ini menawarkan solusi untuk pasangan yang ingin memiliki keturunan tapi terdapat masalah fertilitas. Mereka yang bekerja di klinik ini umumnya fokus pada embriologi, endokrinologi, reproduksi dan sonografi. Tapi ada juga klinik yang menyediakan hipnoterapi dan akupuntur untuk perawatan tambahan. Baca juga : Klinik Fertilitas Jakarta: Pilihan untuk Program Bayi Tabung Tapi sebenarnya kapan waktu yang tepat atau atas kondisi apa harus datang ke klinik ini? Berdasarkan informasi dari tenaga medis di klinik fertilitas, berikut akan dijelaskan mengenai kondisi apa saja yang disarankan untuk datang ke klinik ini. Untuk Pria Jika Anda pria yang mengalami kondisi di bawah ini, disarankan untuk mengunjungi dokter fertilitas:
Untuk Wanita Jika Anda perempuan dan merasa ada masalah fertilitas, lebih baik kunjungi dokter fertilitas:
Frequently Asked Questions Apa tandanya wanita yang mengalami infertilitas? Tanda-tandanya seperti perubahan fisik karena hormon, ovulasi terganggu, gairah menurun dan nyeri hebat saat haid. Kapan harus mengecek fertilitas? Jika setelah berhubungan seksual rutin selama 6-12 bulan tapi tidak memberi hasil juga, disarankan untuk cek fertilitas. Apa bedanya infertilitas dan mandul? Infertilitas lebih ke gangguan kesuburan sehingga sulit hamil sementara mandul merupakan kondisi seseorang tidak dapat sama sekali menghasilkan keturunan. Apakah USG bisa mendeteksi kesuburan? Ya, pemeriksaan USG di klinik fertilitas sebelum hamil bisa mengidentifikasi potensi maupun kelainan kesuburan. Oleh: dr. Lucia Leonie Levita Stephanie, Sp.OG, M.Kes