Keberhasilan program bayi tabung tidak hanya bergantung pada dokter yang menangani atau kecanggihan laboratorium. Kondisi kesehatan calon ayah dan ibu juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Kualitas sel telur dan sel sperma, misalnya, dapat dipengaruhi oleh gaya hidup dan persiapan yang dilakukan beberapa bulan sebelum program dimulai. Langkah Persiapan Program Bayi Tabung Secara Mandiri Persiapan dapat dimulai dari rumah jauh sebelum menjalani prosedur IVF. Selain mengonsumsi vitamin sesuai anjuran dokter, pasangan juga dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, serta memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Kebiasaan-kebiasaan tersebut membantu mempersiapkan tubuh agar lebih siap menjalani rangkaian program. Baca juga: Bayi Tabung yang Berhasil Dengan Optimalkan Kondisi Rahim Persiapan sel telur dan sel sperma berkualitas Sel telur dan sperma tidak terbentuk dalam waktu singkat. Proses pematangannya berlangsung sekitar 90–120 hari. Karena itu, perubahan gaya hidup sebaiknya dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya agar kualitas keduanya dapat mendukung peluang keberhasilan program bayi tabung. Manajemen stress Kondisi tubuh dan pikiran yang stress juga sangat berpengaruh sehingga disarankan untuk bisa mengatur pola tidur yang berkualitas kurang lebih selama 7 jam setiap malamnya. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan melatonin secara alami yang terbukti bisa melindungi sel telur dalam folikel dari risiko penuaan dini. Detoksifikasi tubuh secara alami Lakukan prosedur detoksifikasi tubuh secara alami dengan cara mengurangi pemakaian wadah plastik untuk jenis makanan panas, pilih produk berbahan alami dan lainnya. Usahakan untuk bisa mengurangi berbagai hal yang mengandung senyawa yang bisa mengganggu hormon karena tanpa sadar dihirup atau diserap tubuh setiap harinya. Dengan melakukan beberapa hal tersebut di atas, pasangan suami istri bisa melakukan persiapan program bayi tabung secara mandiri di rumah. Adanya sinergi yang bagus antara tim dokter, dukungan fasilitas medis dan laboratorium yang canggih serta upaya disiplin gaya hidup sangat membantu tingkatkan keberhasilan kehamilan. Frequently Asked Questions 1. Seperti apa prosedur program bayi tabung? Program bayi tabung dilakukan dengan mempertemukan sel telur dan sperma di laboratorium hingga terbentuk embrio sebelum dipindahkan ke dalam rahim. 2. Adakah efek samping dari prosedur bayi tabung? Efek samping yang umum meliputi perut kembung, nyeri ringan, atau mual akibat penggunaan obat penyubur. 3. Apa perbedaan dari bayi tabung dan bayi normal? Perbedaannya adalah di proses pembuahan di mana pada kehamilan alami, proses pembuahannya terjadi di dalam tubuh wanita sedangkan pada bayi tabung terjadi di laboratorium. Oleh: dr. Harry Prawiro Tantry, Sp.OG,B.Med.Sc.(Hons)